Pertanian Modern Mengurangi Nutrien Pada Tanaman Pangan


Berita Pertanian Organik

Pertanian modern mengurangi nutrien pada tanaman pangan
Studi kandung nutrien dari 43 jenis tanaman pangan menunjukkan praktek pertanian modern yang dirancang untuk meningkatkan sifat lainnya telah menurunkan nilai nutrien menurun dalam jangka waktu hampir 50 tahun. Para ahli menemukan enam dari 13 jenis nutrien menurun jika membandingkan angka tahun 1950 dengan 1999. Hasil studi, yang meneliti data Departemen Pertanian Amerika Serikat, dilaporkan dalam Journal of the American College of Nutrition edisi Desember 2004. Penelitian dilakukan oleh Dr Donald Davis dari Biochemical Institute, Department of Chemistry and Biochemistry, Unuversity of Texas, Austin, bersama dengan rekannya Drs Melvin Epp dan Hugh Riordan dari Bio-Communication Research Institute, di Wichita. Para ahli itu terutama meneliti tanaman sayuran dan sebagian lainnya buah melon dan strawberi yang ada data nutrien pada tahun 1950 dan 1999. Mereka membandingkan secara individu maupun kelompok, tetapi yang paling memungkinkan adalah melihat secara kelompok atau jenis pangan. "Mempertimbangkan sebagai kelompok, kami menemukan enam dari 13 nutrien dipastikan terjadi penurunan antara 1950 dan 1999," kata Davis, seperti dikutip dalam siaran pers University of Texas, awal Desember 2004. Nutrien-nutrien itu adalah protein, kalsium, fosfor, besi, riboflavin, dan asam askorbat. Penurunan, antara enam persent untuk protein sampai 38 persen untuk riboflavin. Penemuan ini memunculkan pertanyaan bagaimana pertanian modern telah mempengaruhi tanaman pangan. "Kami menyimpulkan penjelasan yang paling mungkin adalah perubahan dalam varitas tanaman yang digunakan saat ini dibandingkan 50 tahun lalu," kata Davis menjelaskan. "Selama 50 tahun itu, terjadi usaha intensi untuk memunculkan varitas baru yang memberikan panenan lebih banyak, atau ketahanan pada hama, atau mampu beradaptasi lebih baik pada iklim yang berbeda. Bukti-bukti yang muncul menunjukkan jika memilih panenan banyak, tanaman akan tumbuh lebih besar dan lebih cepat, tetapi tanaman tidak dengan sendirinya meningkatkan kemampuannya mengambil nutrien dalam waktu singkat itu," kata Davis menjelaskan. Melihat hasil studi ini, Davis menilai perlu penelitian serupa untuk nutrien penting dan pangan yang memberikan kalori cukup tinggi seperti biji-bijian, daging, susu, dan telur.